Halaman

Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 November 2010

Khayalan Tingkat Tinggi

Saat bencana melanda "Sang Arjuna" terpisah dengan pujaan hati yang dipanggilnya "Cinta".

Setiap purnama, Arjuna selalu bercengkerama bersama Cinta menikmati panorama bulan nan indah. Kadang di tepi sungai, di sepanjang pantai atau di lembah biru.

Malam ini purnama pertama setelah bencana. Seperti biasa, Arjuna bergegas menjemput Cinta di rumahnya. Namun rumah sepi tak berpenghuni...,
Arjuna segera mencari ke sungai dan pantai bahkan bukit pun ia daki,....namun tak juga ditemui....

Arjuna sedih, bingung harus cari cinta kemana lagi...???

Dalam kekalutan itu tiba-tiba di saku celananya ada yg bergetar...., oh... rupanya sms dari Cinta datang menyapa dengan beberapa pesan:

#Maaf rumahku terkunci karena aku mengungsi..
Aku kini tak mau lagi duduk di tepi sungai karena gemericik air berubah jadi lahar merapi...
Aku juga gak mau ke pantai karena takut sunami..
Apalagi ke Lembah biru tempat kita bercumbu kini sudah jadi abu...#

Sang Arjuna membalas:
#Tenang sayang.., kalau di bumi sudah tak aman kita terbang saja ke bulan...
Kita membuka lahan buat tempat kasmaran...
Syukur-syukur bisa buat kontrakan....#

Cinta menjawab:
#Aku setuju sayang......, tapi kenapa ada kontrakan segala??? #

Arjuna menjawab:
# Ya iyalah.....kan masih banyak pengungsian yang belum dapat perumahan...#

Cinta:
#Terus......??....#

Arjuna:
#Yaaa barangkali kita bisa jadi Mentri........#

Cinta:
#Hmmmm.......mulai deh khayalan tingkat tinggi..!!!.....@!..^%<[....??@@???!!#


*note:
Kisah ini fiktif belaka..., bila ada kesamaan tokoh & tempat anggap saja hal biasa, tak usah diperkarakan secara perdata maupun pidana hahaha....:))

Tulisan ini bisa untuk mengurangi resiko darah tinggi akibat konsumsi daging yg berlebih..!*
[Continue reading...]

Kamis, 11 November 2010

Terompah Sandal Jawa

Terompah Sandal Jawa alias Bakiak kini semakin langka dan seperti barang antik saja. Namun tidak bagi beberapa pesantren di daerah Tuban, karena memang diwajibkan bahkan sudah menjadi ciri khas di sana.

Dari beberapa sumber mengatakan bahwa bakiak atau klompen (istilah Jawa) sangat nyaman digunakan karena rata-rata bentuknya agak tebal meninggi, sehingga pada jaman dahulu saat jalanan masih tanah akan lebih menjaga percikan kotoran saat jalan, sehingga resiko terkena najis berkurang.

Saya sebenarnya kurang mengerti walau kalau dinalar ya boleh juga pernyataan mereka. Apa ya kira-kira begitu? Dulu saat kecil saya sempat pake yang sudah modif penuh motif, ya lucu juga tapi sayang gak bisa jalan cepat apalagi lari..

Saat melintas di daerah Sasak, saya melihat ada beberapa pengrajin tua di sana. Saya hanya bergumam, masih adakah peminatmu wahai Terompah Sandal Jawa...?????
[Continue reading...]

Sabtu, 30 Oktober 2010

TEBAR PESONA VS DERITA

Terpana lalu Terpesona dan berujung Termehek-mehek...

Ternyata pesona yang membuat derita bukan hanya milik kaum remaja atau pria dan wanita pada umumnya sebagai makhluk individu. Kini Tebar Pesona sudah lumrah dan membudaya bagi kalangan artis, pejabat juga terutama Partai Politik.

Politik dan Bisnis sangat beda tipis karena banyak kesamaan di dalamnya, sama-sama suka pasang iklan di mana-mana sampe seantero kota hanya berisi bendera dan gambar wajah, suka mengumpulkan masa dengan acara hiburan untuk menarik minat pembeli, suka tawar menawar jabatan seperti saat tender bisnis, suka 'ngecap' saat kampanye dan tebar pesona saat berkunjung ke warga untuk menjerat mangsanya.

Saya terbitkan tulisan ini karena teringat peristiwa bencana 'situ gintung' menjelang Pemilu kemarin. Disitu begitu banyak Parpol yang datang dengan memakai atribut lengkap datang berbondong-bondong menyerahkan bantuan. Mereka tidak mau dibilang kampanye tapi aksi sosial atas nama bantuan kemanusiaan.

La sekarang ini kan banyak bencana di mana-mana. Saya ambil contoh yang paling populer di Jawa adalah meletusnya Gunung Merapi. Nah kira-kira Parpol yang datang apa sebanyak di situ gintung yang saat itu mendekati Hari H Pemilu??? Ataukah benar adanya bahwa saat itu semua hanya sekedar Tebar Pesona???

Andaikan sama maka bersyukur kita karena mereka pegang komitmennya. Namun andaikan hanya Tebar Pesona maka betapa menderitanya rakyat ini, sudah jatuh tertimpa tangga. Mereka hanya jadi bahan berita buat menaikkan popularitasnya.

Sedikit yang kita beri dengan ketulusan hati itu lebih berarti, namun banyak hal yang bisa kita bagi kepada sesama itu lebih utama. Semoga kita tidak hanya sekedar tebar pesona tanpa ketulusan jiwa.
[Continue reading...]