Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kisah Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Spiritual. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 November 2010

ANGKUHNYA PENJARA JEDDAH ( 2 )

* Menjadi Korban Calo Syurga

Beberapa hari ini mencuat kabar beberapa calon jama'ah haji yang terlantar di Bandara Malaysia. Mereka adalah para calon jama'ah haji ONH Plus lewat biro perjalanan swasta pada umumnya.

Kisah ini mengingatkanku pada kejadian sahabatku Inez beberapa tahun yang lalu. Mungkin sobat semua masih ingat tulisanku di ANGKUHNYA PENJARA JEDDAH pada konten yang lalu sebetulnya juga terinspirasi kisah ini tapi saat itu settingannya agak beda saja.

Nah, untuk kali ini benar-benar kisah sohibku yang terdampar di penjara Jeddah. Inez memang ikut ONH Plus karena saat itu masih studi jadi gak mungkin ikut yang biasa seperti Abah, Mamah dan ketiga saudaranya yang berangkat lebih awal. Harusnya Inez berangkat bareng sang Paman sebagai muhrimnya, namun entah mengapa biro perjalanan memisahkan jadwal penerbangan mereka. Sang Paman terbang lebih awal menuju Jeddah dan Inez 5 jam sesudahnya.

Karena biro perjalanan mengatakan bahwa semua jama'ah akan berkumpul kembali di Bandara Jeddah, maka Inez tenang saja. Namun semua tidak sesuai rencana. Jam penerbangan tertunda lagi dan saat sampai di Bandara Jeddah, ternyata jalur jama'ah haji menuju Mekkah sudah ditutup dan justru digiring ke Penjara Jeddah karena dianggap ilegal.

Saat dimintai pertanggung jawaban Biro Perjalanan sang Calo Syurga malah menghilang. Bersyukur ada campur tangan KBRI di Jeddah, akhirnya semua bisa keluar dari penjara setelah mendekam seminggu lamanya, tak jadi ke Mekkah dan kembali ke Indonesia. Dan konon katanya sang calo syurga ganti mendekam di penjara Indonesia.

Weleh....maunya ke Mekkah malah terdampar di penjara Jeddah..
Hal ini sebagai pelajaran bagi kita semua agar tak jadi korban berikutnya. Masalahnya mungkin tidak hanya rugi waktu, tenaga, materi tapi yang lebih membuat down mereka adalah rasa malu yang tak terkira meski kita menyadari itu adalah sebuah petaka yang tak seorangpun menginginkannya.
Yang ada dipikiran mereka kebanyakan, Apa kata dunia..??????
[Continue reading...]

Sabtu, 06 November 2010

MUSAFIR

Seorang musafir berjalan sambil bergumam dalam hati. Rasanya sudah banyak jalan yang kulalui, kadang terguyur hujan yang buatku demam kadang tersengat panas matahari walo tak sampai ke hati, namun sering pula menjumpai panorama indah yang membuai jiwa.
Dan tajamnya jalan makadam ibarat pijatan di sendi biar lebih tahan akan ujian kehidupan....

Kini musafir duduk sejenak melepas penat. Dibawah pohon rindang di tepi jalan musafir hanya duduk sambil melihat segala pemandangan yang lewat. Tiba-tiba musafir teringat petikan do'a tokoh sufi wanita Rabi'ah Al Adhawiyah :

"Ya Allah..., Janganlah Engkau jadikan aku seperti pohon besar yang kelak hanya jadi tombak dan gada peperangan,
Jadikanlah aku seperti pohon yang rindang di tepi jalan tempat musafir memijit kakinya yang lelah".

Kini musafir merenung:
Ya Allah...ternyata aku belum mampu menjadi pohon rindang, belum bisa menjadi rahmat bagi seluruh alam, selama ini sebagian langkahku juga terjebak arogansi pohon besar dimana ucapan dan mungkin perbuatan hanya menyulutkan kemarahan dan melukai hati banyak orang.

Falsafah pohon sederhana namun penuh makna. Sang Musafir berharap langkah selanjutnya lebih terarah dan bermakna.
[Continue reading...]

Selasa, 27 Juli 2010

AMPEL = MAKKAH ???

Kembali Ta'aruf dengan Ampel yuk...

Mungkin bagi sebagian orang ziarah ke makan wali 9 adalah biasa dan seperti ritual doa dan wisata. Demikian juga dengan ziarah ke Sunan Ampel. Dulu aku berpikir juga begitu, namun setelah Ta'aruf dan mendapatkan pengalaman spiritual di sana sehingga rasanya ada ikatan batin (ngangeni kata orang jawa), dan ternyata banyak yang sependapat denganku. Saat pertama kali berkunjung ke Mesjid Ampel dan singgah ke rumah Zain & Eva sahabatku, sambil menikmati roti maryam dan kopi susu aku dikasih cerita banyak hal tentang Ampel. Walau antara percaya dan tidak percaya namanya juga manusia toh aku ingin mengenal lebih dekat...

Aku masih ingat wejangan dari Guru ngajiku atau bila aku diajak orang tuaku ziarah wali selalu diwanti wanti bila ziarah wali agar berhati-hati, berlaku baik secara lahir maupun bathin. Tidak boleh su’uzdon, mencela orang meskipun dalam hati. Niat harus lurus, ihlas, dan dijauhkan dari segala macam penyakit hati. Lho bukannya dalam kehidupan sehari-hari harusnya begitu tidak harus menunggu sampai ke tempat Waliulloh….?!! gumamku dalam hati. Belum sempat melontarkan pertanyaanku, guruku langsung menjelaskan bahwa di tempat tersebut adalah tempat suci dan dihormati layaknya kita bertamu ke Baitulloh di kota suci Makkah, jadi terkadang apa yang kita pikirkan atau perbuatan kita bisa langsung terbalas. Oh ya??? AMPEL = MAKKAH….?????

Rasa keingin tahuan itu aku muncul lagi saat aku melanjutkan studi ke Kota Surabaya dan kebetulan Allah memberiku seorang sahabat baik yang tinggal di Ampel. Aku ingin membuktikan cerita itu karena baik guruku maupun orang tua aku baik-baik saja tidak ada cerita-cerita yang unik selain peristiwa do’a dan wisata. Mungkin beliau-beliau lurus-lurus saja dan mungkin karena wisata bersama jadi tidak bisa lama-lama so.. kejadiannya pun biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa, paling-paling ada rombongan yang ketinggalan atau kesasar.

Untuk menguji itu cukuplah mudah, cukup membiarkan hati kita berkelana apa adanya.


Pipi Ditusuk Jarum Jam!

Awal-awal Ta'aruf aku berdua sama sepupu aku namanya Titik. Dia cuma ikut aku saja sekedar ingin do'a di Masjid, ziarah dan wisata saja. Setelah puas jalan-jalan, kami segera kembali ke serambi Masjid karena sudah Maghrib. Ini malam Jum'at pasti nanti akan penuh sesak, kami segera mencari shaff depan biar aman tidak terlewati rombongan Jama'ah yang lalu lalang datang dan pergi. Setelah sholat dan tadarus, jam 10.00 PM aku putuskan tidur sejenak, mataku sudah berat. Aku pesan Titik tolong untuk bangunkan aku jam 12.00 nanti, karena aku pingin melanjutkan ibadah di Masjid ini, sayang kalau jauh-jauh hanya untuk tidur. Hiruk pikuk suara orang mengaji, lantunan ayat suci Qur'an dari ribuan orang seperti meninabobokkan aku. Gemuruh suara peziarah yang datang dan pergi seperti gelombang air bak irama syahdu. Aku terlelap dan tak ingat apa-apa dan bahkan entah sudah mimpi ke langit ke tujuh kalee..... Dalam kondisi yang benar-benar fly tiba-tiba "mak nyuss!!!" pipiku serasa ditusuk jarum. Aduh!!!!... aku menjerit. Aku bingung siapa yang menusuk jarum di pipiku, sakit sekali. Kulihat sekitar tidak ada orang, kebetulan jama'ah yang dekat dengan tempatku sedang rehat turun dari Masjid. Titik juga ternyata ikutan tidur. Aku bingung. Aku lihat ke luar dan tanpa sengaja aku lihat jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB TEPAT tidak bergeser semenitpun!. SUBHANALLOH...!!, ternyata jarum jam yang membangunkan aku lewat tangan Allah. Tubuhkan gemetar merasakan kuasa Allah.

Ini pelajaran pertama:
Niat baik walupun hanya dalam hati pasti di dengar Allah.. dan begitulah Allah punya seribu cara dan rencana untuk hamba-Nya.
[Continue reading...]

Jumat, 23 Juli 2010

Ah, aku jadi kangen Ampel…

Setiap menjelang Bulan Ramadhan begini biasanya diadakan acara HAUL AKBAR SUNAN AMPEL di Masjid Ampel Surabaya. Aku jadi ingat saat masih studi di Surabaya, setiap tahun pasti menyaksikan acara Haul Akbar yang tidak hanya do’a bersama tapi juga pesta budaya islam se Jawa Timur terutama dari kalangan pesantren. Ah, aku jadi kangen Ampel…

Adalah Zain sahabatku yang mengenalkan aku tentang Ampel dengan segala keunikan dan misterinya. Kebetulan Zain yang berasal dari kota Tulung Agung bersama saudara-saudaranya (Eva, Inez, Rokhim, Faisol dan Kak Mustofa) kontrak rumah di Ampel Maghfur selama studi di Surabaya. Mereka memilih Ampel karena selain studi di sekolah dan kampus masing-masing mereka wajib sekolah khusus bahasa arab yang ada di lingkungan Masjid Ampel yaitu LPBA (Lembaga Pendidikan Bahasa Arab). Selain itu keluarga dan kerabat juga sahabat Abahnya sering berkunjung ke Ampel sehingga memudahkan untuk silaturrahim. Maklum mereka dari keluarga pesantren jadi orientasi kawasan strategis ya di pilihlah Ampel.

Dari situlah akhirnya aku TA'ARUF mengenal lebih dekat dengan Ampel. Lingkup masjidnya tidaklah besar namun kawasan religi yang satu ini cukup menarik.

Beberapa postingan ke depan akan berta’aruf dengan wisata religi ini yakni :

- Benarkah Ampel = Mekkah ???
- Berburu barang limited edition di pasar Mesjid Ampel
- Wisata Kuliner di Ampel, Antara Nasi Adun dan Nasi Kebuli
- Nikmatnya Air Sumur dari kaki Menara Masjid
- Tertidur di Shaff depan dan disholatkan banyak orang
- Air Putih dan Nasi Goreng (perjamuan SAHUR) dari Malaikat
- Kisah di Bulan Ramadhan, Kejadian-kejadian unik di luar nalar


Setiap malam Jum’at tentunya Ampel sudah penuh sesak oleh para peziarah dari pelosok daerah terutama tanah Jawa. Semalam Aku bernostalgia sejenak kawan karena sekarang sudah jarang sekali ke Masjid Ampel. Selain kesibukan, jarak yang lumayan jauh juga sahabat tempat aku singgah juga sudah tidak ada lagi. Setelah usai studi di Surabaya, Zain dan Rokhim adiknya melanjutkan studi ke Cairo-Mesir, Kak Mustofa sudah lebih dulu dapat beasiswa ke Ummul Quro’-Makkah, Eva menikah dengan seorang Hufazd dari Bojonegoro dan sempat curhat kalau ingin menetap di Talun, Blitar, membesarkan Pesantren dan Taman Pendidikan Kai’nya (Kakek, sebutan untuk orang Banjar), sedang Inez dan Faisol tinggal menunggu kelulusan dari SMAN 5 dan SMPN 3 Surabaya. Apa kabar kalian semua??? Tengkyu ya atas kebaikan kalian. Salam hormat buat Umi dan Abah. Jazakumullohu Khoirun Katsiiro..
[Continue reading...]