Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kisah Petualangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Petualangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Oktober 2010

KUDAPAN LINTAH

Kudapan Lintah??? Wow..gimana rasanya?,,ih pasti menjijikkan.!!!! Tapi up's, jangan negative thinking dulu.....baca nih kisahnya:
Ini suatu peristiwa saat aku dan seluruh teman Karang Taruna sepakat merayakan Tahun Baru bersama ke Taman rekreasi PACET, Mojokerto yang memang tak jauh dari kotaku.

Sesampai di Pacet sekitar jam 8 pagi, hawa sejuk dan udara segar kiranya membuat kami semangat jalan jalan menikmati keindahan pegunungan dan juga pemandian air panas yang sangat terkenal. Hari semakin siang dan berbagai pagelaran acara tahun baru sudah mulai terasa mengguncang keheningan. Karena kami ingin menikmati suasana yang agak tenang maka kami mencari tempat yang sekiranya tak terlalu ramai.Setelah berjalan lumayan jauh akhirnya kami menemukan sungai dengan panorama yang indah sekali . Kami berhenti dan bersantai santai sambil mengabadikan suasana juga berfoto ria sambil jalan jalan di sungai yang airnya cuma semata kaki. 

Saat indah berubah jadi petaka manakala kami menyadari bahwa ada mahluk aneh di kaki mulus ini telah lama menikmati darah kaki-kaki kami. Ternyata sungai indah itu tempat sarang lintah. Weleh weleh....alih-alih mau cari tempat indah la kok malah jadi 'Kudapan Lintah'.

Untungnya kami sudah antisipasi sebelumnya dengan bawa penawar dan pengusir atau pelepas lintah, karena Pacet selain panorama indah memang terkenal dengan lintah yang posisinya tak tentu arah.Jam 3 sore kabut sudah mulai turun dan gerimis juga datang sehingga kami putuskan pulang. Dalam perjalanan seorang kawan sempat bertanya padaku:

KAWANKU : Apa iya kalau digigit lintah bisa mati??
AKU : Ya lihat-lihat, bisa jadi kalau lintahnya se sungai.....
KAWANKU : Oooo...jadi kalau cuma satu gak bakalan mati?
AKU : Ya lihat-lihat juga jenisnya..., kalau lintah kali alias sungai gak bakalan mati,
tapi ada juga satu lintah yang bisa buat orang sekarat
KAWANKU : Wuiiih...ngeri. Hanya satu lintah bisa bikin sekarat? Lintah apa itu?
AKU : yo LINTAH DARAT!!!!!!!

Hehehe...semoga postingan ini bisa menghilangkan rasa penat....
[Continue reading...]

Senin, 20 September 2010

BONEK dikejar BONEX

BONEK = Bondo nekat buat cari jalan keluar
BONEX = Bondo nekat buat .......

Mengenang saat masih bersama teman kesana kemari....
Sore itu aku bersama teman-temanku kembali ke Surabaya setelah silaturrahim ke rumah teman di Kota Baru Gresik. Sesampai di Jl. RA Kartini seluruh penumpang angkot menuju Terminal Osowilangon disuruh turun karena semua angkutan umum tidak ada yang berani melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Ada apa ini??? Oala.... ternyata ada kabar bahwa Persebaya kalah telak melawan Tuan rumah Petrokimia Putra yang sedang berlaga di Stadion Petrokimia, Gresik. Semua toko ditutup, angkutan umum putar balik ke jalur Lamongan atau menjauh saja, dan praktis Gresik seperti kota mati yang mencekam. Semua orang takut kalau para Bonex akan ngamuk!

Karena besok ada ujian Akhir Semester maka kami nekat saja melanjutkan perjalanan. Kami mencari kendaraan apapun yang melintas, namun nihil, yang terlihat hanya beberapa becak yang berjajar di tepi jalan. Belum lagi kami mencari solusi yang lain tiba-tiba "Bruakkkk....!!!" terdengar suara barang yang roboh dan bersamaan dengan itu muncul ratusan bahkan mungkin ribuan orang dengan tampang mengerikan berbaris dan berlari kencang seperti pasukan di film "The Mummy" berlari menuju ke arah kami seperti hendak menjarah.

Jantung ini seakan mau lepas, kaget bukan kepalang. Kami berlarian kencang bingung juga mau kemana. Akhirnya kami sepakat naik becak saja yang ada di tepi jalan. Bapak tukang becak sempat bingung. kami ditanya "Mau kemana Ning..?" aku jawab saja "Kemana saja Pak, putar-putar kota saja yang penting selamat dari kejaran para Bonex". Ternyata Pak Becak belum menyadari bahwa dari arah barat ribuan manusia berlarian bak gelombang. Begitu beliau menoleh, langsung becaknya dilarikan kencang karena beliau takut juga melihat pemandangan yang mengerikan. Akhirnya kami putar-putar kota Gresik sambil menunggu suasana reda dimana sekiranya para Bonex sudah pada pulang dan kota kembali aman juga kendaraan sudah mulai berdatangan. Huhhhhhhh..... napasku rasanya kembali lega....

Sebenarnya aku tidak pernah takut dengan Bonex karena selama di Surabaya mungkin yang kulihat bonex yang baik-baik. Kebetulan aku tinggal di daerah Dharmawangsa, dekat Kampus UNAIR yang sering dilewati konvoi para Bonex. Tapi kami tidak takut justru senang karena seperti melihat karnaval saja, begitu tertib dan biasanya ada atraksi yang menghibur di sepanjang jalan. Tapi ya ini portrait Bonex yang lain, yang begitu anarkhis dan mengecewakan.
[Continue reading...]

Kamis, 29 Juli 2010

Jangan Panggil Aku "TeRoRiS".....

Semenjak Kang Amrozi (Alm.) yang asli Lamongan tertangkap karena kasus Bom Bali I yang menggemparkan seluruh jagat raya, sontak seluruh mata tertuju ke kota Lamongan dan walhasil seluruh orang Lamongan yang ada di luar kota mendapat julukan baru yakni “Teroris”, begitu juga aku.



Meskipun sebetulnya sambil bercanda, namun itu kerap terjadi. Setiap di jalan atau di suatu tempat, bila ada orang tanya aslinya dari mana? Begitu aku jawab Lamongan langsung bilang “wah Teroris nih!… bolonya Amrozi ya…??”, hehe… aku Cuma senyum-senyum aja, walo dalam hati berharap JANGAN PANGGIL AKU TERORIS dunk...!. Begitu juga bila berkumpul kawan lama yang nota bene dari bermacam kota dan daerah selalu disambut “Waduh, Terorisnya datang…” atau lagi bercanda (guyonan) sama teman-teman ujung ujungnya mesti “O… dasar Teroris....”.





JADI TERORIS BIS SURABAYA-BALI



Perjalanan ke Bali Menjelang Tahun Baru 2009 sangatlah padat. Aku memang sering pergi sendiri silaturrakhim ke kakakku yang di Bali sekalian rekreasi, aku cari Bis yang nyaman mengingat perjalanan cukup jauh. Sengaja naik bis saja karena selain murah hehehe...tujuanku tidak hanya ke Bali, aku juga ingin TA'ARUF melihat kota-kota lain yang dilewati bis menuju Bali. Aku igin melihat perkembangan penanganan Lumpur Lapindo, Kota Pasuruan, PLTU Paiton nan eksotis bila malam hari juga makan malam di Pasir Putih. Walo yang paling mengerikan adalah mengitari gunung Kumitir di Banyuwangi namun itu akan terbayar bila sudah masuk Pulau Dewata, Bali karena disambut deburan ombak putih sepanjang perjalanan menuju kota Bali, subak dan terasiring sawah Bali nan Indah dengan suasana magis nan artistik. Bali memang mempesona untuk wisata dan tak ada matinya.



Bis 1 : Saat Pergi menuju Bali



Tak terasa bis melaju sudah mencapai dermaga Ketapang-Gilimanuk. Karena bis ini spesial jadi penunpangnya tidak harus turun. Aku tiduran saja berselimut rapat, lagi malas naik ke atas kapal lihat laut karena udara sangat dingin. 30 Menit berlalu, saat kapal sandar dan Bis pun keluar dari dermaga. Semenjak ada BOM BALI, semua penumpang di razia terutama warga Lamongan tentunya. Khusus untuk ini semua harus turun dan diperiksa KTP nya satu per satu. Wuih...! aduh gimana nih, KTP aku mati lagi?? aku bingung konon katanya yang tidak ber KTP atau sudah expired tidak boleh masuk Bali. Aku betul-betul lupa akan hal ini. Aku sok percaya diri saja barangkali Pak Syahbandar tidak melihat detil, aku kan perempuan masa berpikir teroris pikirku. Walau dalam hati takut juga karena kebetulan aku pakai T-shirt hitam dan kerudung hitam pula. Takut mereka curiga. KTPku dilihat dengan seksama, belum aku jelaskan sudah dibilang "Silahkan Minggir, anda ditahan..", oh my God...!!



Semua mata memandangku, mungkin semua orang berpikir aku Teroris kalee...!, tak berapa lama aku dipanggil pegawai syahbandar dan di tanya-tanya. Setelah aku jelaskan alhamdulillah aku diperbolehkan meneruskan perjalanan. Seluruh penumpang bis sudah siap tinggal menunggu aku saja. Sesampainya di atas bis semua penumpang memandangku dengan penuh tanya, akhirnya Pak Sopir juga Pak Kondektur yang menceritakan kasusnya. Serempak mereka berkata Woo... ada Teroris to tapi sambil ketawa..., dan kamipun melanjutkan perjalanan dengan akhirnya membahas tentang Teroris pula...



Bis 2 : Saat Pulang dari Bali



Pulang habis Tahun Baru dermaga Gilimanuk lebih padat lagi. Meskipun sudah dibuka 3 Pintu Dermaga, namun antrian penyebrangan tetap panjang berkilo-kilo. Sesampainya di Lapangan Parkir dermaga pun masih antri menunggu kapal datang. Karena lama sekitan 2 jam lagi, Kondektur dan sopir mempersiapkan penumpang jalan-jalan biar tidak bosan. Aku turun saja jalan-jalan daripada bosan di dalam. Aku lihat baru 1 jam aku jalan-jalan, ah masih ada 1 jam lagi. Tapi sudah capek rasanya aku mau nalik ke bis saja. Aku hafal benar posisi dan arah dermaga bis yang aku tumpangi. Aku cari cari, tapi kok tidak ada ya? aduh aku lihat kanan kiri barangkali ikut dermaga yang lain. Tak ada juga. Akhirnya aku tanya sama petugas dermaga. Mereka tanya, jurusan mana? Surabaya atau Malang? karena keduanya sudah masuk kapal. What???!!!. Yang ke Surabaya ikut dermaga ini, yang Malang ikut Dermaga sana (III). Aku jelaskan pasti disini Pak, tadi disini kok. Akhirnya aku dibolehkan masuk mencari bis yang ku ikuti. Baru berjalan beberapa langkah ada seseorang menyapa. "Lo Kok kamu disini, bisnya sudah berangkat lo??", aku kaget, itukan kru bis tadi, aku ingat wajah arabnya. aku bilang "Lo Bapk sendiri yang bilang 2 jam, kok aku ditinggal to Pak?". Kata kru bis, kapal datang lebih cepat dan antrian diarahkan ke dermaga lain. Beliau bilang khusus nunggu aku yang ketinggalan. Tapi dalam hati aku tidak percaya, pasti bis masih dalam kapal. Setelah berbincang sebentar langsung aku disuruh naik kapal dan ke loby. Dan Alhamdulillah... ternyata penghuni kapal adalah penunpang bisku tadi. Langsung Kru Bis mengumumkan bahwa "Teroris nya sudah ditemukan"...., waduw, Teroris lagi Teroris lagi neh....



Tapi ada hikmahnya juga ternyata, karena terkenal dan punya sedikit wajah yang mirip Arab ini (kata orang) aku jadi dapat tiket khusus makan di Pasir Putih. Sebenarnya ini hanya untuk kru Bis yang nota bene kepunyaan orang Arab, jadi Aku dan 2 orang turis asing dapat fasilitas makan yang wuih... uenak banget, beda dengan penunpang lainnya,pintu masuknya pun berbeda. Exclusive bo..., Alhamdulillah dapat rezeki yang tak disangka sangka.

[Continue reading...]