Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Oktober 2010

GABRELLA (Gabungan aRek-aRek Tercella)

Gabrella ini suatu genk anak muda terdiri dari 4 orang cewek manis yang lumayan cerdas, ulet dan kreatif (wow lumayan congkak juga ya? ya iyalah namanya juga tercella!!, hehe maap intermezo aj...). Adalah Wulan, Ifa, Toetik dan Ulfa. Mereka semua teman studiku di Surabaya.

Mungkin nama Gabrella extrim kedengarannya karena memang kepanjangannya "Gabungan aRek-aRek Tercella". Nama ini sengaja kami buat bukan karena sensasi tetapi agar lebih sering introspeksi diri. Lho kok bisa...??

Iya neh, awalnya kami memang suka belajar bareng, hunting bareng, heboh bareng wis poko'e bersama setia dalam suka duka. Kami jalani studi dengan serius tapi santai. Nah dalam setiap joke-joke ataupun ledekan untuk anggota yang gak ngeh, bersikap aneh atau keluar dari koridor yang semestinya kami selalu menyertakan kata "woo...Tercella iki!" . Intinya kami saling mengingatkan dengan cara guyonan agar tak menyinggung perasaan. Dan lama kelamaan istilah tersebut menjadi membudaya di kalangan teman-teman di luar genk kami dan sebagai cara menyampaikan suatu koreksi. Mungkin aneh tapi nyata, karena justru dari kata kunci itulah dua kubu yang berbeda bahkan semua level bisa berbaur tanpa dikhotomi karena merasa memiliki satu kata istilah yang mengena siapa saja tanpa merasa rendah.

Bukan Gabrella kalau tidak usil. Tapi usil dan iseng kami tidak merugikan malah menyenangkan hati banyak orang dan selalu ada kejutan sehingga sepi terutama di LAB jika tak ada kami. Dan yang paling aku ingat bahkan semua teman studiku adalah semua modul yang dari sang dosen selalu aku paraf Gabrella sebelum difoto copy seluruh teman, sehingga semua foto copy ada paraf gank Gabrella. Ya... mereka cuma senyum-senyum saja habis mereka suka menitip foto copy ke kita-kita, ya sudah terima saja hahaha...

Note:
* Buat sahabat Gabrella; terus berkarya, moga hidup kita bermakna dimanapun kita berada



[Continue reading...]

Selasa, 03 Agustus 2010

Putri Kamar Mandi vs Putri Bantal Kencono

Menjelang Hari kemerdekaan segala macam lomba telah diadakan. Kalau beberapa sahabat blogger sempat menulis tentang lomba panjat pinang, lomba lari kelereng dll ( meski aku mungkin terlambat baca-baca artikel karena ada kerjaan yang sangat butuh konsentrasi penuh, sampai ndak bisa ngeblog dan silaturrahim) tapi aku ingin berbagi meski sedikit.

Nah kali ini aku juga punya cerita tentang lomba menjelang acara 17 Agustus beberapa tahun silam. Ini lomba lain dari yang lain karena di adakan oleh Ibu Kos dan seluruh penghuni kos ± 40 orang (21 kamar). Lomba ini hanya untuk mempererat persaudaraan dan keakraban antara ibu kos dan sesama anak kos saja, lomba bermacam hal “keputrian” dari yang fun sampai extrim.

Untuk lomba yang fun kita mendaftar (lomba bakiak, lari karung, makan krupuk, poco-poco). Tapi lomba yang extrim lebih bikin deg-degan. Adapun lomba yang extrim yaitu:
- Lomba Kebersihan Kamar ( Penjurian Sidak )
- Lomba Kebersihan Kamar Mandi ( Penjurian Sidak)
- Lomba Pemilihan Putri (Berdasarkan Angket)

Dari beberapa lomba Extrim tersebut yang paling menarik adalah Lomba Pemilihan Putri. Bukan putri sembarang putri tapi Putri Kamar Mandi, Putri Bantal Kencono dan Putri Belanja (Ratu Belanja).

Sistem Penjurian :
Putri Kamar Mandi : Paling lama kalau mandi.
Putri Bantal Kencono : Paling suka tidur (waktunya banyak bersama bantal)
Putri Belanja (Ratu Belanja) : Paling bisa nawar kalau belanja, ini sebenarnya sudah di tes waktu kita tour bersama ke Malioboro, Jogja

Karena semua wajib ikut, aku ya ikut juga tentunya. Ternyata tak sia-sia, aku dapat hadiah lumayan banyak dari lomba bakiak (Juara I), lomba kebersihan kamar (Juara II) juga dinobatkan jadi Putri Kamar Mandi dan Putri Belanja, sedangkan temanku satu kamar dinobatkan jadi Putri Bantal Kencono hehe…extrim buangetttt!!!

Tapi yang paling berkesan adalah Putri Belanja. Karena waktu tour, kita disuruh belanja cepat dengan hasil yang banyak tapi dapat harga murah. Selain souvenir khas Malioboro yang buat aku jadi juara adalah aku beli Kaligrafi berupa Ayat Kursi dari bahan Kulit asli satu ekor kambing utuh. Penawaran pertama Rp. 125.000,-. Teman-teman pada nawar tapi aku gak ikutan, begitu mereka hengkang aku datang dan aku tawar, ya hanya dengan sedikit tawar menawar akhirnya Alhamdulillah aku dapat harga jauh lebih murah yakni Rp. 40.000,- saja hahaha.
[Continue reading...]